Sejak malam hari jamaah Indonesia yang tergabung di Pumita sebagai panitya Sholat Id menyiapkan sarana dan prasarana untuk pelaksaan Sholat Id.Tepat pukul 10 pagi Sholat Id dimulai, sebagai Imam dan Khotib Imam Yasser Lee dan diterjemahkan oleh Hikmatullah.Yang intinya Imam menceritakan sejarah Idul Fitri semasa Nabi Ibrahim menerima perintah untuk berkorban dan kewajiban kita mengikuti ajaran Beliau sampai kiamat nanti.Selama 3 hari selama hari Tasyrik kita dianjurkan membaca Takbir Tahmid dan Tahlil sesudah menjalankan Sholat 5 waktu.Dan akhirnya Imam berpesan semoga kita dapat megambil hikmah dari peristiwa korban bisa kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah doa jamaah menikmati masakan Indonesia dan kebab Turki yang membuka stand di halaman Masjid. Jamaah saling berpelukan dan salam - salaman sebelum kembali beraktifitas seperti biasanya di pabrik bagi pekerja dan di kampus bagi mahasiwa.Semoga kita di hari nanti bisa terpanggil ke Baitullah, Amiin.














































Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Ahad (3/10) adalah hari istimewa bagi Pumita,karena ada sebuah acara Akad nikah Ustad Syamsul Arifin di Masjid Al fatah Pusan.

Ketua Pumita 2010/2011 yang baru dilantik seminggu yang lalu ini melangsungkan pernikahan dengan Mbak Tutik Noviyanti.Acara akad nikah ini dimulai ba'da Sholat Dhuhur di ruangan utama Masjid Pusan.Acara kali ini istimewa karena dihadiri seluruh pengurus dan jamaah Pumita serta anggota KMI Komunitas Muslim Indonesia teristimewa kehadiran Imam Masjid Jonju Syech Abdul Wahab Zahid yang sekaligus akan menikahkan ketua Pumita yang baru.

Disamping itu juga disaksikan Imam Masjid Pusan Imam Yasser Lee, Imam dari Bangladesh dan Sajang/ Direktur tempat bekerja Ustad Arifin.

" Semoga Allah memberikan barokah bagi mereka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan"










































“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)








Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit