Sholat Ied..



Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Assalamu’alaikum……..
Saudaraku……tanggal 5 September 2008 lalu sebuah kapal tanker meledak mengakibatkan kecelakaan para ABK, dari 7 ABK yang berasal dari Indonesia tiga orang mengalami kecelakaan, dua orang kecelakaan ringan dan seorang bernama Juma’in berasal dari Bugis mengalami luka berat dengan 45 jahitan di sekujur tubuh dari kepala hingga kaki, dan mengalami patah tulang di kaki dan tangan masing masing sebelah kanan mengakibatkn kakinya harus di pain( baca pen red ).

Beliau yang berusia 43 tahun dan mempunyai dua orang anak kini harus di rawat di rumah sakit MERI NOL BUSAN ( dekat Jagalchi / Busan station ) untuk beberapa bulan.

Sdr Jumai’in sempat di dekati para misionaris dan akan di baptis dengan imbalan segala fasilitas, tetapi alhamdulillah dia tetap berpegang teguh dengan keimanannya.

” Saya ini original muslim” katanya yang sudah menjadi ABK selama enam belas tahun. Untuk menenangkan hati dia selalu membaca Qur’an yang selalu di taruh di laci tempat dia di rawat, dia juga sangat terhibur saat kami menjenguk bersama Imam masjid Al Fatah busan dan insya Allah kami juga akan mengirimkan buku buku islami untuk menambah ilmu dan mengisi hari hari selama di rawat di rumah sakit.
Alhamdulillah tempat perusahaan dia bekerja sangat betanggung jawab dengan segala pengobatan dan di temani ajuma yang di pekerjakan perusahaan untuk membantu segala kebutuhan sdr Jumai’in selama di rumah sakit.
Saudaraku……. Minimal kita sumbangkan do’a semoga beliau tetap tabah dalam menjalani cobaan dan Allah ta’ala mempercepat kesembuhan dia , amiiin
Wasslam….
Na ma rumah sakit : 메리놀 병원 Lokasi : Busan ( dekat dengan Mnju kongwon, Gukche sijaJagalchi,Busanyok ) Bus : 43 ( Dongnae, Seomyeon, Busan yok, Rumah sakit , Minju Ko 8 86 ( City Hall, Seomyeon ,Rumah sakit, Nampodong ) 1 186 ( Sasang, Rumah sakit, Jagalchi
Kontak : Ajuma Hp 010 6857 1033 Pumita Busan ( Makmur Hp 010 9295 3581, santo Hp 010 9294 0895)

( report by Iskandar Susanto ).


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Cheusok adalah "Hari Raya"nya orang Korea, pada hari itu semua aktivitas di liburkan, dari instansi pemerintahan, sekolah, pabrik, bahkan pertokoan sekalipun sama seperti ketika kita di tanah air merayakan Iedul Fitri.

Dan ada sebuah tradisi "sonmul", yaitu memberikan sebuah hadiah dari yang tua ke yang muda, dari atasan kepada bawahan, tak terkecuali rekan rekan kita pekerja di kala Cheusok tiba merupakan berkah tersendiri, di karenakan ketika Cheusok tiba selalu mendapatkan "sonmul/bonus" dari perusahaan di mana mereka bekerja, walaupun ada juga yang tidak menerima.

Liburan panjang (4hari) plus mendapatkan uang saku tentu merupakan hal yang menggembirakan bagi rekan rekan khususnya pekerja, mau pergi kemana kita suka bukan hal yang sulit untuk kita, mau jalan jalan ke pantai ok, mau ke diskotik ok, mau ke norebang ok.
Maka dari itu untuk mengisi liburan ini Pumita mengadakan berbagai kegiatan, setelah bersama KMI menyelenggarakan Tabligh Akbar, selanjutnya Pumita mengadakan Pesantren Kilat,kegitan ini di adakan Ahad 14 Sept, Senin 15 Sept. Diharapkan dengan kegiatan ini rekan rekan menjadikan liburan ini lebih bermanfaat, mengisi liburan ini dengan hal hal yang bermanfaat, apalagi di bulan yang penuh barokah ini.



Labsyiah & Tafsir Al-Quran
Kajian ini di pandu oleh Ustadz Abu Amar, ba'da sholat Shubuh, mengambil surat Al Fatehah 1-7)
Sangat menarik sesi pertama Pesantren kilat ini, rekan rekan peserta yang tadinya mengantuk malah bersemangat mengikuti materi sampai selesai jam 8 pagi, karena peserta aktif & secara bergantian mempraktekan materi yang di terangkan.




Kajian Islam
Dipandu oleh Ustadz H Zulfa, ba'da sholat Dhuhur, dengan materi Krisis Iman
Acara ini juga tak kalah menariknya, karena setelah kajian di lanjutklan dengan diskusi, hingga jam 3;40 acara ini baru selesai.


Kesehatan
Di pandu oleh Bpk. Syaiful Bachri kandidat Doktor Kyungsung University, ba'da sholat Ashar, dengan materi Puasa Ramadhan dan Kesehatan.
Puasa ternyata tidak hanya berfungsi sebagai peningkatan ruhaniah kita saja, tetapi juga dalam kesehatan puasa sangatlah banyak manfaatnya jika kita melakukan puasa dengan benar. Di jelaskan juga beberapa makanan /minuman yang baik & kurang baik ketika kita berbuka puasa. Acara tambah seru ketika sesi tanya jawab, acara selesai hingga pukul 5:45 sore.

bersambung InsyaAlloh..





















Makan sahur bersama..











Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit


Alhamdulillah Pumita bersama Ormas Islam di seluruh korea yang tergabung dalam KMI (Komunitas Muslim Indonesia) kembali mengadakan Tabligh Akbar yang ke sekian kalinya, setelah sukses menyelenggarakan Tabligh Akbar tahun 2007 lalu di Daegu, Walau persiapan kali ini bisa di bilang kurang di karenakan waktu perencanaan yang mepet / mendadak (3 bulan sebelumnya), tetapi tidak menjadikan halangan bagi susksesnya acara ini.

Tabligh Akbar yang juga dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunam Masjid di Angsan ini di selenggarakan di Ansan dan Kwangju (Cholla Nam Do).


Selain Ustadz Muslim Al Mubaroq hadir juga Mas Henki Tarnando mantan artis yang alhamdulillah sudah aktif berdakwah beberapa tahun terakhir ini. Mas Hengki menceritakan pengalaman pribadinya yang bisa di bilang hitam sampai beliau mendapatkan hidayah hingga aktif berdakwah menyusul almarhum Gito Gito Rollies, yang di akhir hayatnya juga aktif dalam dakwah Islam. Beliau juga mengajak kepada jamaah sekalian untuk selalu meningkatkan iman dengan melaksanakan sunnah sunnah Rosululloh SAW. Begitu juga dengan Ustadz Muslim, pentingnya kita bermuamalah secara jujur, baik sebagai pedagang,sebagai pekerja, atau sebagai pimpinan sudah sepantasnya kita menunjukan sebagai seorang muslim yang bermumalah sesuai dengan syariah...beliau mencotohkan Umar bin Abdul Aziz yang menjadi kholifah yang terlahir dari seorang penjual susu yang jujur yang tidak mau menyampur susunya dengan air, dan dari putra Umar bin Khotob.
Sekitar 600an jamaah dari berbagai kota di seluruh Korea : Busan, Changwon, Daegu, Seoul yang hadir dalam acara ini.
Di akhir penghujung acara panitia menggalang dana untuk pembangunan Masjid di Ansan, penggalangan terkumpul sekitar 4.700.800 won.
Jazakumullohu khoiron katsiro..













Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

Umat Muslim di seluruh dunia sebentar lagi akan menyambut bulan kemenangan, berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut sang "tamu agung" tersebut. Di tanah air, masyarakat menyambut dengan suka cita ketika datangnya bulan ramadhan, dari tiap sudut rumah sibuk membersihkan lingkunganrumah sampai mengecat kembali dinding rumah, ataupun membersihkan berbagai fasilitas di lingkungan masjid di mana mereka tinggal.





Tak ketinggalan juga bagi rekan rekan yang tinggal di Busan ini, untuk menyambut bulan penuh berkah ini, rekan rekan Pumita dengan suka cita membersihkan berbagai fasilitas di lingkungan Masjid Al-Fatah Busan, mulai dari meeting room sampai dengan halaman masjid tercinta ini.



Setelah penat berpanas panas akhirnya giliran menikmati bakwan racikan dari mbak mbak keputrian. ...Makasih mbak mbak keputrian
.

Tapi harus di ingat !!
Tentunya tidak hanya persiapan secara fisik saja yang kita perlukan untuk menyambut"nya". Yang lebih utama adalah persiapan rohani kita untuk memanfaatkan momen penting ini, persiapkan diri dengan ilmu, sehingga segala ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia, seperti sabda Rosulullah SAW:

"Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan dari puasanya selain dari rasa lapar dan dahaga. "(HR. Ibnu Majah 1/539, Ad-Darimi 2/21, Ahmad 2/446, 373 dan Al-Baihaqi 4/270 dari jalan Sa'id Al-Muqbiri dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu)

Hal ini terjadi disebabkan orang yang berpuasa tidak mengerti hakekat puasa sehingga tidak melaksanakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya dan puasanya tidak mendatangkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga.

Sekali lagi marilah kita manfaatkan momen ini dengan sebaik baiknya, karena belum tentu tahun depan kita akan menjumpainya. Dulu para sahabat dan tabi'in senantiasa memanjatkan do'a agar di pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan
"Ya Allah sampaikan kami kepada bulan Ramadhan berikutnya".


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Diawal "pemerintahan" Kang Makmur, Pumita mengadakan silaturohmi ke saudara kita yang berada di daerah Kwangju (Colla Buk Do), walau terasa mendadak acara berjalan menarik. Banyak rekan rekan yang antusias untuk ikut bersama dalam silaturohmi tersebut.

Berangkat pagi setelah Sholat Subuh secara berjamaah sekitar jam 6:45 (molor beberapa menit dari jadwal) rombongan peserta silaturohmi berangkat. Rombongan berangkat menuju Connam Dehakyou untuk memenuhi undangan dalam Tournament Bola Voli yang diadakan Walikota Kwangju bekerjasama dengan Warga Indonesia yang ada di Kwangju (의국이근로자)untuk memperingati HUT RI ke 68, Kemudian rombongan menuju ke Masjid Kwangju( Kwangju Islamic Center) yang baru beberapa bulan lalu di resmikan, untuk bersilaturohmi dengan saudara muda Pumita, IKMIK Kwangju.



Tournament Bola Voli Kwangju Cup I 2008


Tournament ini di adakan dalam rangka HUT RI ke 68, diikuti 11 Tim Bola Voli di Seluruh Korea ( Warga Indonesia yang ada di Korea) termasuk Pumita, mewakili Busan.
Tetapi masih seperti sudah menjadi "tradisi" Pumita, setiap mengikuti sebuah tournament selalu kurang dalam persiapan, sehingga hasilnya jauh dari memuaskan. Kita harapkan untuk kedepannya keseriusan & persiapan perlu ditingkatkan lagi.



Pumita harus kandas di awal babak penyisihan setelah bertemu dengan tim kuat Nong gong (Daegu)dengan skor 3:1, walau permainan berjalan sangat alot, menarik, dan enak di tonton, walau kelihatan sekali kalau tim Pumita kalah kelas dari tim lawan, tapi mampu mengimbangi permainan (sekali lagi karena kurangnya persiapan..ok!!).
Dan bagaimanapun "judulnya" adalah silaturohmi jadi masalah kemenangan adalah nomer ke sekian, yang terpenting kita bisa bertemu dengan saudara saudara kita tersebar dari berbagai kota : Incheon, Iksan, Angsan, Daegu, Wegwan tumplek blek dalam acara ini.
Selamat bertemu kembali saudaraku....




Silaturohmi ke IKMIK Kwangju


Kekalahan tak selamanya harus di ratapi(..hehehe), karena untuk kekalahan yang ini menjadikan kebaikan tersendiri bagi rekan rekan peserta silaturohmi, agenda yang harusnya sore akan kita lakukan(berkunjung ke IKMIK Kwangju), bisa lebih awal kita laksanakan, tentu itu juga harus di syukuri bukan..


Dipandu Pak Joko (ketua IKMIK Kwangju) rekan rekan akhirnya sampai di Masjid Kwangju, di sana rekan rekan IKMIK yang lain sudah menunggu.
Setelah beramah tamah dan acara perkenalan dilanjutkan dengan rencana kerjasama Pumita dengan IKMIK Kwangju dalam bebagai bidang, bidang Dakwah, Dana Usaha (koprasi), Pendidikan,dll. Kerjasama ini nantinya di harapkan dakwah Islam di Kwangju lambat laun, sedikit demi sedikit bisa lebih bersinar. Dan semoga usaha ini berjalan dengan lancar dan istiqomah berjalan dari generasi ke genarasi. hingga ap yang kita harapkan bisa terwuajud ..Allohumma amin.


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit


Genap satu tahun sudah Pak Sastro beserta kepengurusannya melaksanakan tugasnya, ada pasang surut, naik turun perkembangan baik itu dari segi dakwah, pedidikan, keuangan,dan bidang yang lainnya. Tentu itu merupakan hal yang sangat wajar dan bisa di maklumi, mengingat kita hanyalah manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan. yang jelas berjuang untuk selalu maju, dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik itu keharusan bagi kita, soal hasil tentu 100% Allah SWT lah yang menentukan.


Kang Sastro (Ketua lama) memberikan laporan pertanggungjawaban di bantu OHP "canggih".

Bidang Dakwah alhamdulilah banyak mangalami kemajuan, dengan adanya mobil dakwah, bidang dakwah menambah agenda dakwahnya dengan dakwah keliling. Berbagai daerah di sekitar Busan yang jaraknya jauh dari pusat kota bisa tersentuh dakwah, itu patut kita syukuri bersama, mengingat pentingnya kita saling ingat mengingatkan di antara sesama muslim.

Pelantikan Ketua Pumita VIII beserta jajaran kepengurusannya


Tentu rekan sekalian sudah paham bagaimana iklim budaya di korea yang sangat bertentangan dengan tanah air kita, banyak saudara saudara kita yang sebelum berangkat ke korea ahli ibadah, sholat tekun, tadarus rajin, tapi setelah datang ke korea seolah kaget (dengan suasana yang bisa dibilang berkebalikan 180 derajat, suasana yang sangat mendukung untuk berbuat segala kemaksiatan), hingga lambat laun saudara saudra kita "terkontaminasi" oleh adat istiadat di Korea, seperti minum soju, yang di anggap biasa menurut adat korea.


Serah Terima Jabatan Ketua Pumita VII Kang Sasrto ke Ketua Pumita VIII Kang Makmur Rozak


Bidang dakwah Pumita dengan berbagai upaya berusaha agar rekan rekan jangan sampai terjerumus ke hal yang demikian salah satunya dengan mengajak rekan rekan datang ke masjid, dengan tujuan minimal untuk membentengi iman kita yang semakin rapuh(menjiplak istilahnya pak syaifu nge"charge"iman). Dan tentu saja tugas itu tidak hanya bidang dakwah saja, tentu masing masing dari kita juga punya andil besar dalam tugas tersebut.




Kang Makmur memberikan sambutan setelah di lantik


Untuk bidang Pendidikan juga mengalami sedikit kemajuan, dengan adanya guru bahasa korea yang baru( Dr.Dae Sik Je M pd)beliau adalah Dosen di Youngsan University Jurusan Bahasa Melayu.

Kang Sastro memberikan hadiah kepada Juara I lomba Pidato Mas Zulfa.


Kemudian Bidang Dana dan Usaha perkembangannya sangat lumayan, Penjualan kartu telepon ada peningkatan, koperasi juga mengalami kenaikan aset 37,5%, adanya sub bidang Jasa Pengiriman Uang & Jasa Pemesanan Ticket Pesawat selain menambah sedekit pemasukan keuangan Pumita, juga mngajak secara tidak langsung rekan rekan umtuk datang ke masjid.

Jalannya laporan juga sangat terbantu dengan adanya OHP "canggih" milik Pukyoung National University yang kita pinjam kemarin...( ..makasih om Hengky..^^)


Kemudian setelah acara pelantikan Mas Makmur Rozak beserta kabinetnya (pengurus PumitaVIII) di lakukan oleh Pak Syaiful (Penasehat Pumita)dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan Pumita VII ke Pumita VIII.

Pak Mustofa dari IKMI Seoul memberikan sambutan


Hadir dalam Acara ini Pak Mustofa dari IKMI Seoul, dalam sambutannya Pak Mus juga memberikan informasi penting mengenai Agenda KMI tentang Tabligh Akbar yang isyaAlloh akan di laksanakan sekitar Bulan September 2008.





Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit


Alhamdulillah di akhir kepengurusan periode VII ini, Pumita masih diberi kesempatan untuk mengadakan berbagai kegiatan keislaman, Salah satunya adalah mengadakan berbagai lomba, diantaranya Lomba Ceramah, Qiro'ah, dan Lomba Adzan. Selain untuk meramaikan Syiar Islam di Korea ini, juga sebagai sarana pemantauan bibit bibit untuk regenerasi kepengurusan periode berikutnya, di karenakan menurut pengalaman tahun kemarin (periode VII ini), betapa sulitnya mencari SDM untuk mengisi pos pos kepengurusan.

Berbagai upaya dilakukan, dari himbauan pada saat pengajian, ataupun mengajak langsung ikwan/akhwat yang sekiranya mampu mengisi kekosongan tersebut juga sulit, (sangat berkebalikan dengan pemilihan presiden RI saat ini...;D) jangankan mencalonkan, di calonkan, di paksa paksapun..sangatlah sulit untuk mendengarkan jawaban "..ya saya sanggup!!"

Marilah saudaraku kita jangan ber"leha leha" melihat saudara kita bergelimang maksiat di luar sana, marilah bersama sama kita ber "amar ma'ruf nahi munkar" di bumi korea ini.

"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman "(HR Muslim)











Selain mengadakan bebagai lomba, pada saat penulisan ini Pumita juga tengah mempersiapkan diri dalam rangka partisipasinya di Tournament Bola Voli di Kwangju yang insyaAlloh akan di adakan 10 Agustus mendatang.


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit