Ringkasan khutbah IDUL FITRI 1430 H Masjid Al Fatah Busan Korea
Oleh : Imam Akmal, Imam Masjid Alfatah Pusan Korea selatan
Wahai kaum muslimin...!
Sesungguhnya di dalam Islam ada 3 hari raya: Iedul Fitri, Iedul Adha dan hari Jum’at. Tidak ada hari raya lagi selain ketiganya. Perayaan selain ketiga hari raya tersebut adalah bid’ah seperti: hari ulang tahun, perayaan tahun baru masehi.
Wahai kaum muslimin...!
Sesungguhnya di dalam Islam ada 3 hari raya: Iedul Fitri, Iedul Adha dan hari Jum’at. Tidak ada hari raya lagi selain ketiganya. Perayaan selain ketiga hari raya tersebut adalah bid’ah seperti: hari ulang tahun, perayaan tahun baru masehi.
1. Wahai kaum muslimin ahlu Ramadhan dan ahlu Ied..!
Hendaklah kalian saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan dan bermaksiat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Hendaklah kalian mengubah keadaan dan diri kalian dengan keadaan yang telah Allah SWT tetapkan sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“ Sesungghnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah diri mereka sendiri” (QS: Ar-Ra’du 11).
Hendaklah kalian berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
“Dan berpeganglah kalian semua pada tali agama Allah SWT dan janganlah kalian bercerai-berai” (QS: Ali Imran 103).
Hendaklah kalian menjadi penolong agama Allah SWT dan oleh karenanya Allah SWT akan menolong kalian, sebagaimana firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman jadilah kalian penolong agama Allah SWT…” (QS: Shaaf 14).
Dan firman Allah SWT dalam ayat yang lain:
“Wahai orang-orang yang beriman jika kalian menolong agama Allah SWT, niscaya Allah SWT akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukanmu” (QS: Muhammad 7).
Maka hendaklah kalian bertaqwa kepada Allah SWT dan bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kalian, terutama nikmat diinul (agama) Islam yang agung ini. Agama yang telah Allah SWT sempurnakan bagi kalian, dan Allah SWT telah mencukupkan nikmat bagi kalian, dan telah meridhoi Islam menjadi agama bagi kalian, sebagaimana firman-Nya:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atasmu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagi kamu” (QS: Al-Maaidah 3).
Wahai hamba Allah SWT, agama kalian itu adalah seagung-agungnya agama, dan yang paling …. Bagi akal dan jasmani, yang terjaga dari penambahan dan pengurangan, dan perkara yang tidak sama dengan pada saat diturunkan maka dia adalah batil dan salah, dan Allah SWT tidak akan menerima agama selain agama Islam. Allah SWT berfirman:
“ Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima dari padanya (agama itu). Dan dia di akhirat termasuk golongan orang yang rugi” (QS: Ali Imran 85).
Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabada:
“Demi yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya: Aku tidak mendengar denganku seseorang dari umat ini, Yahudi dan tidak pula Nasrani, kemudian mereka meninggal dan belum/tidak beriman dengan apa-apa yang aku diutus karenanya, kecuali mereka adalah penghuni neraka” (HR Muslim).
Dan ketahuilah wahai manusia bahwasanya jauh dari agama Islam berarti kehancuran. Sedangkan agama Islam yang agung ini memberi kemaslahatan pada setiap jaman dan tempat, dan bisa member solusi berbagai persoalan pada masa lalu dan masa datang. Maka berpegang teguhlah kalian semua dengan Islam, dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian, maka akan ada pada kalian nanti pertolongan dan ketenangan/keamanan serta hidayah di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
“Telah aku tinggalkan kepada kalian (suatu perkara) yang kalian tidak akan sesat selamanya, jika kalian berpegang pada perkara tersebut yaitu kitabullah (Al-Qur’an)” (HR Muttafaqun ‘alaihi).
2. Wahai kaum muslimin..!
Salah satu perkara yang paling agung dari Rukun Islam setelah dua kalimat syahadat adalah menegakkan sholat. Maka barang siapa yang menegakkannya, maka sungguh dia telah menegakkan agamanya. Dan barang siapa yang meninggalkannya, berarti dia telah merobohkan agamanya. Dan tidaklah … didalam Islam ini bagi orang yang meninggalkan sholat. Allah swt berfirman: “Dan tegakkanlah sholat”
Dalam firman-Nya yang lain: “Jagalah bagi kalian itu sholat-sholat (sholat wajib) dan sholat wustho, dan kalian kerjakanlah sholat karena Allah SWT, semoga kalian menjadi hamba yang taat”.
Dan hati-hatilah kalian wahai kaum muslimin dari perkara meninggalkan sholat, atau menyia-nyiakannya, mengulur-ulur waktunya yang disyariatkan hingga berakhir. Maka telah datang janji siksa Allah yang pedih bagi orang-orang yang berbuat demikian. Allah SWT berfirman:
“Maka kecelakaan bagi orang yang mengerjakan sholat. (Yaitu) orang-orang yang lalai kepada sholat mereka.
Dalam friman-Nya yang lain:
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang jelek, yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti syahwat, maka kelak mereka akan menemui kesesatan” (QS: Maryam 59).
3. Wahai saudaraku muslimin dan muslimah…!
Salah satu hak yang agung setelah hak Allah SWT dan hak nabi-Nya SAW adalah hak kepada kedua orang tua. Hak keduanya adalah agung disisi Allah SWT. Dan berbuat baik terhadap keduanya adalah wajib hukumnya bagi setiap anak laki ataupun perempuan. Dan sungguh Allah SWT telah menghubungkan ketaatan terhadap keduanya dengan ketaatan kepada-Nya, dan hak terhadap keduanya dengan hak kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
“Dan beribadahlah kepada Allah SWT dan janganlah kalian mempersekutukannya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”.
Dan sesungguhnya syariat yang suci ini telah mengatur perkara berbuat baik kepada kedua orang tua, yang karenanya Allah SWT akan memberikan taufiq, kebaikan dalam hidup dan rezeki yang luas.
Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung silaturrahmi” (Muttafaqun ‘alaihi).
Syariat Islam yang mulia telah memperingatkan tentang dosa durhaka terhadap orang tua yang pelakunya akan diazab dan dilaknat oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kalian mengatakan kepada keduanya perkataan “Ah..!” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS: Al Israa 23).
Dan Rasulullaoh SAW bersabda:
“Allah SWT melaknat orang mencaci-maki kedua orang tuanya” (HR Ibnu Hibban, disahihkan oleh Albani)
Dalam sabdanya yang lain:
“Tiga golongan yang tidak akan masuk surga: pecandu khamar, pendurhaka kedua orang tua dan mucikari (dayuuts)” (HR Nasai dan Ahmad, hadits hasan).
Maka hari raya Iedul Fitri ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengoreksi diri, berinstropeksi, bagi siapa saja yang pernah tidak patuh terhadap orang tua maka wajib mengubahnya dan memohon maaf kepada kedua orang tuanya.
Allahu Akbar...2x Laa ilaaha illallah… wa Allahu Akbar… Allahu Akbar wa Lillahilhamdu…!
4. Wahai kaum muslimin…!
Sesungguhnya salah satu sebab diturunkannya azab dan serangan dari musuh Allah SWT adalah ditinggalkannya syariat untuk ber-amar ma’ruf dan nahi munkar, yang mana Allah SWT telah memuji para pelaku amar ma’ruf nahi mungkar dalam firman-Nya:
“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah SWT…” (QS: Ali Imran 110).
Berhati-hatilah kaum muslimin agar tidak berperilaku seperti kaum Yahudi yang tidak mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israil dengan lisan Daud dan Isa bin Maryam disebabkan mereka berbuat durhaka dan melampaui batas.
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat…” (QS: Al Maaidah 78).
5. Wahai saudaraku muslimin…!
Orang yang jelek menginginkan wanita-wanita muslimah untuk keluar rumah dan membuka aurat mereka, menampakkan kaki, lengan dan wajah mereka. Berkeliaran di mall, pasar-pasar, coffee shop dan bahkan makan dan minum sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.
Wahai saudaraku, sesungguhnya Islam telah melindungin wanita muslimah dan memerintahkan mereka untuk memakai hijab (jilbab) dan tinggal di rumah mereka, untuk melindungi mereka dari perbuatan orang jahat yang ingin terhadap wanita.
Allah SWT berfirman:
“Hendaklah kamu (para wanita muslimah) tinggal di rumah-rumahmu, dan janganlah kamu berhias (tabarruj) dan bertingkah laku seperti wanita-wanita jahilyah dulu..” (QS: Al-Ahzab 33).
Wahai wanita muslimah…!
Tinggalkanlah cara pakaian wanita jahiliyah, gaya timur ataupun barat, jangan kalian ikuti fashion, dan janganlah kalian ikuti cara wanita non-muslim berpakaian setengah telanjang, juga model rambut mereka. Hindarilah berdandan saat keluar rumah, karena itu membahayakan dan menuntunmu pada siksa Allah SWT.
6. Wahai kaum muslimin…!
Hati-hatilah kalian terhadap perkara suap dan riba, dari perilaku homosex (liwath) dan zina, dari meminum khamar. Berhati-hatilah dari sikap pencuri (korupsi), dari berbuat dusta, ghibah dan namimah (mengadu-adu). Berhati-hatilah kalian dari memakan harta haram. Rasulullah SAW bersabda:
“Tinggalkanlah 7 perkara yang jahat. Para sahabat bertanya: Apakah itu ya Rasulallah? Rasulullah SAW menjawab: Syirk kepada Allah SAW, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, …
Allahu Akbar...2x Laa ilaaha illallah… wa Allahu Akbar… Allahu Akbar wa Lillahilhamdu…!
7. Wahai kaum muslimin…!
Bertakwalah kepada Allah SWT, taatlah kepada pemimpin kalian dan ikutilah ulama kalian. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya” (QS: An-Nisaa 59).
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang taat kepadaku, maka sunggu dia telah taat kepada Allah, barang siapa yang durhaka kepada-Ku, maka sungguh dia telah durhaka kepada Allah. Dan barang siapa taat kepada pemimpin (Islam) kalian, maka sungguh dia taat kepada-Ku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin islam kalian maka sungguh dia telah durhaka kepada-Ku, dan sesungguhnya seorang imam itu adalah perisai yang mana umatnya berperang dibelakangnya dan memberi bantuan kepadanya. Maka jika dia memerintah kalian untuk bertakwa kepada Allah SWT dan berbuat adil maka karenanya akan ada pahala. Jika dia memerintahkan selain takwa dan berbuat adil, maka tanggung jawab ada pada dia” (HR Bukhari dan Muslim).
Allahu Akbar...2x Laa ilaaha illallah… wa Allahu Akbar… Allahu Akbar wa Lillahilhamdu…!
Wahai kaum muslimin..!
Kalian telah melaksanakan puasa ramadhan, maka selanjutnya berpuasalah enam hari di bulan syawal, untuk melaksanakan sunah Rasulullah SAW, sebagaimana sabda beliau SAW:
“Maka sesungguhnya barangsiapa melaksanakan puasa enam hari di bulan syawal, maka Rasulullah memberi kabar gembira seperti berpuasa satu tahun penuh”.
Maka setiap kebaikan akan dilipatkan ganjarannya 10 kali, dan setiap 1 hari dilipat gandakan menjadi 10 hari.
Dan bulan Ramadahan selama 30 hari ditambah 6 hari bulan syawal seperti satu tahun penuh.

wah jadi tambah wawasan nih
thx ya dah di ringkasin