"Sesungguhnya dunia itu manis dan indah. Dan Alloh menyerahkan kepadamu agar Dia melihat apa yang kamu kerjakan serta berhati-hatilah pada dunia dan hati-hati ke pada wanita karena awal fitnah Bani Isroil lantaran masalah wanita". (HR. Muslim)

Dunia ini bagai air laut yang diminum hanya mennambah haus begitu di ibaratkan. Dimana nafsu dunia yang hanya bayang-bayang ini akan jadi fatamorgana bagi umat manusia dan berakibat pula membutakan mata hati insan dunia. Maka apa yang ada patutlah kita syukuri dan kita jaga karena inilah anugrah nikmat yang tak bisa ternilai. Sebagai hamba Alloh yang ingin di cintai oleh-NYA maka kitapun harus mencintai apa yang telah diamanatkan dan di berikan kepada kita semua. Dan betapa Alloh sangat menyayangi insan di dunia dengan memberikan alam seisinya lengkap, namun kitapun di tuntut untuk berusaha pula mempergunakannya dengan sebaik-baik dan jangan sampai merusaknya karena akan berakibat fatal bagi umat sekitarnya.

Alloh telah menciptakan keelokan dan manisnya dunia untuk umat manusia bukan disalahgunakan sebagai pelampiasan nafsu dan naluri kebinatangan. Dunia dijadikan tempat titik penilaian oleh Alloh untuk mengukur amalan-amalan umat manusia. Alloh selalu berpesan sebagai Maha pencipta dunia yang indah nan elok kepada umat untuk selalu berhati-hati agar dalam menjalankan amanat di bumi Alloh ini selalu menjaga supaya tidak terbawa arus nafsu mengejar-ngejar nikmat dunia. Harus kita pikir dalam bahwa hidup bukan selesai di dunia saja tapi disinilah tempat pencarian bekal untuk persiapan perjalanan yang abadi ke alam lain.

Menjadikan dunia sebagai jembatan menuju kesuksesan akhirat merupakan idaman setiap umat. Namun itu tak semudah dengan angan-angan banyaknya duri-duri yang mesti kita singkirkan serta keberanian dalam jihad menegakkan agama Alloh. sesuai dengan kunci-kunci dalam meraih sesuatu sesuai dengan janji Alloh. Selanjutnya Alloh berpesan untuk berhati-hati kepada wanita dalam artian kita tak boleh memandang satu sisi saja, dimana sisi yang negatif wanita akan menjerumuskan ke neraka apa bila tidak mampu bergaul dengan wanita dengan cara yang baik, maka etika-etika serta norma-norma harus tetap di junjung tinggi serta diterapkan dalam lapangan menyingkirkan nafsu untuk menjadikan diri lebih mulia di hadapan-NYA. Dan sebaliknya di balik sosok seorang wanita masih tersimpan potensi yang dapat membawa kesurga apabila kita bergaul dengan cara sesuai ajaran islami. Tapi semua akan kembali kepada setiap masing-masing hamba Alloh dalam memperlakukan seorang kaum hawa. Karena kaum hawa di identikkan dengan kaum yang lemah. Mestinya lemah di sini sebagai kaum hawa harus bisa mempunyai sentuhan kelembutan untuk dunia agar kedamaian serta ketentraman akan terasa.

Rasululloh selalu mewanti-wanti kepada umat islam agar tak mudah terperosok atau terlena hanya lantaran sebab wanita. Mata hati akan tertutup dan nafsu akan memenangkan pergulatan dua sisi hitam dan putih dalam hati umat. selalu mengevaluasi diri dengan ukuran iman menjadikan kita akan lebih tenang dalam melalui hidup namun bila mematikan hati hanya karna nafsu akan menjadikan kekecewaan hasil dari akhir usaha yang kita lalui, maka dari itu seandainya kita di uji dalam kesenangan maka kita harus ingat dengan kesedihan yang mana akan menjadikan tolak ukur diri pribadi. Menyadari sesuatu di dunia tak akan abadi atau bersifat hakiki supaya kita ingat apabila kita menyenangi sesuatu benda maka jangan terlalu hingga seandainya suatu saat kita kehilangan bisa menyadarinya bahwa sesuatu akan datang dan pergi sili berganti ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dua sifat yang takkan bisa di pisahkan.

Maka sesuai dengan pesan Rosululloh diatas agar berhati-hati dengan wanita supaya tidak mengalami fitnah seperti Bani isroil. Maka perlakukanlah wanita sesuai dengan ajaran yang telah di ajarkan Rosululloh. Memuliakan wanita dengan cara tidak membelenggunya dengan artian yang luas bahwa wanitapun punya peran penting. tetapi tetap menanamkan kesadaran bahwa wanita tetap mempunyai sifat yang berbeda dengan kaum adam. Kesalahan yang tak disadari di dunia maskulin ini dampak negatif yang di timbulkan dari fakta di lapangan kehidupan, banyaknya kritikan atas kemajuan angkatan kerja wanita di zaman modern jelas akan menimbulkan bencana di semua aspek kehidupan. Dan makin menyakinkan terhadap kebenaran atas pelanggaran terhadap perintah Alloh.

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Alloh dan Rosul-NYA.sesungguhnya Alloh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait(keluarga rumah tangga Rosululloh) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya". (Qs Al Ahzab33)


Menjadi wanita shalihah adalah dambaan setiap muslimah serta dambaan bagi kaum adam. Karena sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita shalihah, wanita yang mampu melahirkan generasi rabbani yang selalu memegang risalah islamiyah menuju puncak kejayaan serta ridlo Ilahi. Menjadi wanita yang shalihah bukanlah perkara yang mudah. Namun Alloh Maha segala-galanya telah mewariskan kunci-kunci bagi setiap muslimah untuk bisa meraih cita-cita sebagai wanita shalihah. Dari kunci itulah wanita di tuntut untuk mempelajari dan mengamalkan apa yang telah di perintahkan serta di sunahkan oleh rosulullah. Perintah untuk menetap di rumah akan berlaku pada semua muslimah sampai akhir zaman, meskipun begitu perintah ini jangan di maknai larangan wanita ke luar rumah. Karena Rosululloh bersabda :

" janganlah kalian larang kaum wanita pergi ke masjid-masjid Alloh”.

Contohnya seperti istri Rosululloh keluar rumah demi menunaikan ibadah haji dan perang fi sabilillah bersama Rosululloh. hadits diatas mengingatkan kita sebagai wanita harus ingat bahwa rumah adalah tempat asal kehidupan kaum hawa sehingga keberadaannya di luar rumah hendaklah bukan prioritas utama hingga mendominasikan kehidupannya, dengan menetap di rumah berarti telah memuliakan diri wanita serta tetap menjaga posisi kehormatannya. Dan bukan sama sekali membelenggu serta merendahkan harga diri wanita.

Dengan memfokuskan tinggal di rumah, wanita lebih berkonsentrasi dalam mentarbiyahkan dan mendidik anak menciptakan suasana keluarga yang rapi, indah dan nyaman serta mampu mencurahkan perhatian ke pada semua anggota keluarganya sehingga semua merasa suasana rumah bak di "syurga". Sesuai dengan ajaran islam tanggung jawab mencari nafkah pun tidaklah dibebankan pada istri, melainkan menjadi kewajiban suami. Karena itulah mesti di garis bawahi oleh semua kepala rumah tangga. Karena di zaman sekarang peran wanita telah terjungkir balik hingga banyak pemikiran telah menyalahi ajaran islam, sekarang ini tak bisa di pungkiri banyaknya suami dengan manisnya duduk bersila di rumah dengan melihat anak-anaknya dan menikmati hasil jerih payah istri sedangkan istrinya dengan modal perasaan serta tenaga mencari nafkah di luar negeri meninggalkan tanggungjawabnya sebagai ibu. Dalam hal ini tak bisa di cari kambing hitamnya karena memandang dari berbagai sisi kedua belah pihak tak bisa di salahkan maupun di benarkan. Tetapi bila menatap sesuai ajaran agama tetap menyalahi aturan yang di ajarkan rosulullah.

Namun di zaman modern ini banyaknya angkatan kerja wanita yang masih dengan nyamannya tanpa memandang sisi agama atau mungkin tahu benar malah dengan sengaja mereka menatap sebelah mata. Alasan ekonomilah yang di tetapkan menjadi alasan yang mudah dalam semua jawaban, kurangnya kesadaran diri bahwa pengabdian kepada rumah tangga merupakan nilai plus dalam penilaian di mata Alloh. Kikisnya sifat menerima apa adanya ( nrimo ing padom ) banyak di dominasi kaum wanita hingga menyebabkan kerelaan mereka meninggalkan rumah tangganya dengan mudahnya mengambil alih tanggung jawab suaminya. Dan tak banyak pulalah mengakibatkan banyak porak poranda bahtera keluarga hingga banyak kita dengar terjadi perceraian yang hanya dengan alasan sepele.kurangnya sifat mensyukuri nikmat serta minimnya iman di dalam hati yang menggoyahkan pribadi umat karena berbagai gaya hidup yang berbeda di tempat mereka berkerja. Tempat domisili bekerja akan mempengaruhi cara serta perilaku manusia tapi semua takkan lepas dari iman masing-masing insan.

Banyaknya dampak yang mengakibatkan kondisi wanita menyedihkan dan semakin memburuk. Karena di belahan bumi ini masih banyak nasib wanita sering menjadi korban kekerasan. Lemahnya mental serta nilai imanpun merupakan salah satu faktor penyebabnya, maka menhiasi diri dengan iman serta memegang prinsip hidup yang dinamis menjadi motivasi bagi kelangsungan hidup wanita.

Dan semua mesti di terapi di dalam Al-Qur'an yang mana akan mensucikan masyarakat islam dari dampak-dampak negatif yang timbul serta menjauhkan fitnah(syahwat). Sebagai muslimah haruslah mempunyai pijakan dalam berbagai aktifitas sehingga akan tercipta kecantikkan rohaniyah dan kecantikan batiniah atau perasaan, maka bersamaan menetap di rumah, Alloh juga memerintahkan kaum wanita agar rajin mendirikan sholat, menunaikan zakat dan menta'ati Alloh dan Rosul-NYA. Dan menetap di rumah bukan sifat yang identik dengan pasif ataupun mandeg tetapi justru menjadikan rumah “ perusahaan ” bagi pelaksanaan proyek memproduksi berbagai amalan kebajikan untuk kemaslahatan diri sendiri(misal sholat)juga merupakan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan( misal zakat).

Dengan demikian islam mengajarkan muslimah agar menjadi sosok yang produktif serta kreatif di rumah, misalnya dengan mejadikan produk "home industri” yang mudah di tanganni dengan tidak menyalahi aturan islam. Namun hal ini akan lebih berarti karena memiliki nilai “ jual “ yang tinggi di sisi Alloh manakala sentuhan halus tangan-tangan muslimah dapat memcetak generasi yang rabbani, memegang panji suci islam yang rajin mengaji dan merespon panggilan Illahi seperti sholat. Jika ini terjadi maka terwujudlah negeri yang tertera di dalam Al-Qur'an yaitu negeri yang " Baldatun Thayyibatun wa rabbun ghafuur ". Insya'Alloh. Aamiin.

Oleh : Nuryanti - BMI Hongkong
| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan
Red. PumitaBusan.COM



Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Siang itu matahari panas menyinari maya pada rasa dahaga menyelinap di dalam diri belum lagi di tambah dengan banyaknya pemandangan yang membuat hati terusik mengoda diri dengan kemaksiatan duniawi. Dua bisikan bergulat entah siapa yang menang? semoga si putih slalu memenangkannya bisikku dalam hati.walau banyaknya godaaan rintangan hampir sampailah di puncak ketinggianya. Dengan berbagai upaya usaha dan do'a serta memperbanyak ber manja-manjaan dengan-Nya akhirnya waktu terus membawa kita pada hari yang dijanjikan. Hari demi hari pun berlalu tak terasa kemanjaan itu melupakan pada sesuatu yang dinantikan. Seperti siburuh yang aktif dalam kegiatan rutinitasnya sehari-hari dari pagi sampai petang tak mengenal lelah bak sebuah mesin yang serba bisa menjalankan apa aja yang jadi kebiasaannya sesuai dengan jadwal yang telah teratur rapi. Dengan keikhasan penuh kegembiraan memegang peran yang disandangnya. Banyaknya kegiatannya dilaluinya walaupun kadang hatinya terasa sakit namun dengan niatannya yang telah bulat membuatnya semakin mengasyikkan. Omelan dan sindiran si bos menjadi lauk-pauknya setiap hari duh getir bila di rasakan tapi merdu bila didengarkan.

Bulan pun berganti disinilah si buruh menemukan sesuatu kegembiraan tibalah saatnya si bos mesti mengabulkan janjinya yaitu memberi dia upah setiap bulan karena dia telah menjalankan semua kewajiban yang di bebankan padanya. Petikan di atas bisa diumpamakan kita sebagai umat yang menjalankan ibadah dengan berusaha semaksimal untuk meraih ridlo yang dijanjikan dimana semua umat telah menunaikan dua monumental puasa ramadhan dan ibadah haji.

Allohpun menepati janjinya dengan memberikan limpahan pahala serta ridlo dan pengampunan untuk semua umat yang ditandai bulan syawal yaitu hari raya idul fitri atau hari kemenangan. Orang-orang mukmin kembali dengan kesucian bak bayi yang baru lahir namun kitapun mesti menyiapkan diri untuk secara ikhlas memaafkan saudara-saudara kita dan dengan kerendahan diripun meminta maaf pada mereka. Membenahi diri disetiap sela-sela kekurangan kita menjadi kan tahun akan datang lebih baik dari tahun yang kemarin. Meningkatkan ibadah memegang kunci-kunci perisai umat yang di ridloi Alloh.

Dengan mata membiasakan bangun malam untuk tahajud agar hati mendapatkan ketenangan mulutpun dibiasakan berpuasa karena alloh lebih dekat dengan umat yang sedang menjalankan puasa. Hatipun dicuci bersih dengan dzikir telinga dipasangkan pada hal yang bermanfaat melatih diri dengan mengulas balik perbuatan-perbuatan yang sehari-hari kita lakukan. Menciptakan sendiri motor pembersih atau mesin pengintropeksi agar mengatur tinggi rendahnya peningkatan ibadah kita masing-masing. Jangan kita kalah dengan sebuah benda yang bernama komputer benda mati ini secara otomatis bisa membersihkan semua virus-virus yang ada dalam tubuhnya dan bisa memnampakankan bagian dari tubuhnya yang terkena virus. Cobalah kita ambil hikmah dari hal yang kita sepelehan. Mengkaji ulang sesuatu yang tertinggal membuka lembaran yang baru serta menjadikan diri kita umat yang tunduk pada perintah serta memmatuhi larangan-Nya.

Mengabadikan kefitrohan ini agar kita tidak termasuk umat yang merugi serta menjaga hati agar tak ternodai. Menjalin silahturohmi dengan meningkatkan ukhuwah islamiah untuk menjaga agama alloh dari perpecahan.membentengi umat dari para pengadu domba serta terus meningkatkan ketakwaan dengan bersikap jenius menghadapi masalah -masalah yang menerpa agama.membuktikan pada dunia bahwa islam agama yang indah dan menyenangi perdamaian serta persaudaraan. Jangan tunjukan kesombongan di hadapan mata dunia tapi rendahkan diri tawadlu dengan tetap melindungi iman kita. Kerendahan hati akan mengantarkan kesuksesan keserakahan akan membuat umat lupa pada pencipta-Nya. Percaya dan selalu berdo'a insya'alloh keselamatan dunia akhirat dilimpahkan-Nya. Aamiin.

Oleh : Nuryanti
| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan
Red. PumitaBusan.COM



Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Kadang kita sering bertanya kepada diri kita sendiri, mengapa ya saya diciptakan kedunia ini? Buat apa Allah memberikan kita jasad dan meniupkan ruh supaya kita hidup ke dunia fana ini ? Apa maksud sebenarnya Allah memberikan kita kehidupan ? Kalau kita bisa menjawab pertanyaan sederhana ini, insya Allah kita akan mendapatkan rahmat dan berkah Nya dalam menjalani hari-hari kita.

Mengapa hal ini sangat penting bagi kita sebagai seorang manusia ? Sekarang coba kita lihat beberapa contoh dan kaitan antara “mengetahui apa yang Allah mau” dalam kehidupan sehari hari kita. Misalnya apabila kita bekerja, sangatlah penting mengetahui apa maksud dari Sajang-Nim mempekerjakan kita, apa tugas kita, sehingga pada akhirnya, sehingga kita dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik, pada akhirnya dia juga akan membayar kita. Apabila kita tidak mengetahui persis apa yang Sajang mau, maka dia pasti akan marah dan bisa jadi kita tidak digaji untuk periode tertentu. Contoh tersebut hanya mengambil kasus pada kita yang bekerja pada perusahaan, dalam hal ini Sajang-Nim yang memberikan kita pekerjaan. Bagaimana dengan Allah ? Dia yang memberikan kita kehidupan, rezeki, rahmat dan segalanya bagi kita agar hidup di dunia ini. Apabila kita tidak mengetahui persis apa yang Dia mau, apa maksud Dia menciptakan kita, maka celakalah kita kelak di akhirat.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bahas dahulu apa hal mendasar yang Allah berikan kepada kita sebagai fasilitas gratis untuk kita hidup di dunia. Coba sejenak kita renungkan apa yang membuat kita bertahan hidup di dunia ini, makanan ? kita bisa bertahan hidup beberapa hari tanpa makanan dan minuman. Nikmat terbesar yang Allah berikan adalah udara. Bayangkan bagaimana kita bisa bertahan hidup tanpa udara, bagaimana jika Allah memberikan tarif atau harga tertentu untuk satu liter udara yang kita hirup. Subhanallah, berapa besar yang harus kita keluarkan untuk hidup.

Akan tetapi, apakah Allah menghendaki agar kita kaya sehingga berlimpah uang dan harta untuk kita membeli udara? Tidak. Apakah Allah butuh tenaga kita dan kecerdasan kita untuk membuat udara ? Tidak. Tidak, justru Allah lah yang maha Kuat dan juga memberikan kita kecerdasan. Kalau bukan semua itu, lalu apa yang Allah mau dan kehendaki dari kita ?

Allah menghendaki kita agar menjalankan sholat 5 waktu. Lebih dari 50 Ayat di Al Quran selalu mengingatkan kita kepada sholat 5 waktu. Mengapa Allah menghendaki Sholat dan bukan yang lainnya. Mari kita lihat ada apa di balik sholat ini sehingga ini lah yang di kehendaki oleh Allah untuk di kerjakan oleh kita sebagai manusia, makhluk ciptaannya.
  1. Sholat merupakan bentuk atau wujud penghambaan kita kepada Allah. Dengan sholat, kita menyadari bahwa kita merupakan hamba yang tidak mempunyai apa apa di hadapan Allah.
  2. Sholat merupakan sarana komunikasi kita satu satunya dengan Allah dan sesungguhnya Allah mencintai makhluknya yang sering berkomunikasi dengan- Nya.
  3. Sholat merupakan amalan yang pertama kali akan di hisab oleh Allah. Apabila sholat kita baik, maka insya Allah seluruh amalan kita akan baik, akan tetapi apabila buruk amalan Sholat kita, maka buruk pula seluruh amalan kita.
  4. Sholat merupakan cerminan dari pribadi muslim, seluruh gerakannya teratur dan tersistematis, setiap muslim yang melaksanakan sholat akan mempunyai tanggung jawab didalam menjalani hari-harinnya, karena dalam sholat, kita tidak akan memotong suatu gerakan apapun di dalamnya, sehingga akan menjadikan kita muslim yang bertanggung jawab.
Setelah kita menyadari dan mengetahui apa yang Allah mau, masihkah kita berfikir sholat itu merupakan beban dan masih bisa di tinggalkan begitu saja?

Insya Allah sholat akan menjadi suatu kebutuhan untuk kita berkomunikasi dengan Allah, dan menjadi satu bentuk bagi kita setiap muslim untuk mengabdi kepada Nya.

Jadi, sudahkah anda sholat ?

Oleh : Eddo
| Kontributor Buletin Hidayah Pumita Busan
Red. PumitaBusan.COM



Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Setiap wanita yang beriman sangat bercita-cita menjadi wanita sholihah yang mendapatkan kasih sayang serta keridlaan Allah dan rosul-Nya, sudah sepantasnya dari diri kita mendambakan gelar sebagai sholehah yang selama ini terukir di bibir para wanita yang dicintai Allah dan kasih dari Rasulullah, merindukan surga Allah dan dijauhkan dari nerakanya.

Namun untuk menjadi wanita sholehah bukanlah suatu hal yang mudah dan senang, semua itu dapat diungkapkan dan dikatakan, tetapi terlalu sukar untuk dilaksankan dalam bentuk partikal. Banyak orang yang bisa berteori tetapi sedikit yang bisa Berjaya melaksanakannya, walau begitu janganlah kita berputus asa dan menyerah, karena tidak ada penyakit yang tidak dapat diobati kecuali tua dan mati.

Kita harus terus berusaha dan berjuang ke Matlamat yang dicita-citakan demi mendapat keridlaan Allah, kecintaan Rasulullah serta kasih sayang insan yang bernama suami. Rasulullah SAW dalam sabdanya :

“ Dunia yang paling aku sukai adalah wanita sholehah “.

Kita dengar pada jaman dahulu cerita Siti Asma binti Abu Bakar, Siti Khadijah al Kubra adalah wanita utama, Beliau seorang istri dari ibu yang sungguh ideal, beliau adalah istri pertama dari Rasulullah, Siti Khadijah seorang wanita yang bertanggung jawab dan selalu membantu Rasulullah dalam membangun Islam, Siti Fatimah juga wanita yang pantas di teladani. Dialah contoh wanita sholehah dan contoh yang terbaik bagi wanita sepanjang jaman.

Wanita yang mulia adalah wanita yang meletakkan dan mengikuti peranannya sebagai wanita, terutama menjaga harkat dan martabat sebagai seorang wanita, sebagai hal-hal tertentu dan mempunyai batas-batas perilaku sewajarnya, sebaliknya wanita yang menuntut bidang yang bukan dari sifat berarti dia sendiri telah mencampakkan dirinya kedalam lembah kehinaan. Mengenai hal ini Allah berfirman :

“ Jika kamu bertaqwa (yakin para wanita mu’minah) oleh itu janganlah kamu berkata-kata lembut, manja sehingga orang didalamnya hatinya ada penyakit timbul keinginan (menaruh tujuan buruk terhadap kamu) dan ucapkanlah perkataan baik”
( QS. Al Ahzab : 32 )

Sebenarnya Islam telah meletakkan tanggung jawab dan kewajiban kepada kaum wanita sesuai dengan sifat aslinya, dimana seorang wanita harus menjaga dan mengawal dirinya dan banyak lagi keterangan-keterangan hadist mengenai batas-batas serta peraturan untuk kaum wanita mu’minah agar mematuhi ajaran dan menghormati undang-undang yang telah disyari’atkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada kaum wanita. Sekirannya kaum wanita dapat melaksankannya dengan sebaik-baiknya, khidmat niscaya mereka akan dinilai Allah dan akan diberi ganjaran surga di akhirat kelak. Insya Allah.

Wahai Saudariku, marilah kita terus berupaya dalam mewujudkan perjuangan ini agar kita menjadi kaum wanita yang sholehah, walau banyak rintangan dan begitu sulitnya untuk mencapainya, namun yakinlah karena Allah tidak memberikan ujian diluar kemampuan kita. Marilah kita ikuti jika istri-istri nabi kita dan betapa mudahnya mereka mendapat derajat yang tinggi itu disisi Allah, serta betapa mudahnya jalan yang dibukakan Allah untuk mereka ke surga. Kita sama-sama renungi dan mudah-mudahan kita semua digolongkan kedalam orang-orang yang dikasih Allah, dan Berjaya mewarisi akhlaq dan watak terpuji serta dapat mersakan nikmat hidup yang sejati di dunia maupun di akhirat, Amiin.

Oleh : Sri Hartati
| Kolumnis Buletin Hidayah Pumita Busan
Red. PumitaBusan.COM


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Kesunyian serta kedamaian suasana alami di perkampungan tanah kelahirannya dengan berat dia tinggalkan, kakinya terasa tak bisa bergerak, air matanya membanjiri pipi. Jelas nampak keaslian anak desa yang lugu. Keinginannya tak mau membebani orangtua selepas masa sekolahnya dan hidup mandiri setidaknya sedikit meringankan derita keluarga. Hatinya tak sanggup melihat adik-adiknya yang masih kecil dan harus menyelesaikan masa sekolah masing-masing.apalagi ditambah dengan makin melejitnya biaya tahun demi tahun. Tak terbayangkan jerih payah kedua orangtuanya terutama sang umi memegang peran penting di keluarga.

Ketegaran umi membuat hatinya tak mau kalah dia ingin meneladani keemasan hati sang umi. Di hati yang dalam ingin sekali membahagiakan orang yang sangat dia cintai. Langkahnya mengantarkan dia tuk berjuang di kota melawan arus tuk meraih yang dicarinya. Jatuh bangunpun terasa melelahkan diri akhirnya tak terpikir dia terlempar di perantauan nan jauh dari orang-orang yang dia sayangi. Bukan semanis bayangannya kerikil itu masih ada di depannya namun syukur pada Alloh dia masih di beri kekuatan serta kesabaran. Dia bertahan walaupun sakit hatinya setiap saat menghantui mesti disadari begitulah nasib ikut orang.

Kuluman senyum masih terlukis di bibirnya ada sesuatu istimewa yang dia rasakan. Sedikit meringankan beban keluarga ternyata mengobati sakit dihatinya masih lagi dia telah memanfaatkan hasil kerjanya membantu pembangunnan mushola di kampungnya. Terasa bagai air es menyiram di saat kehausan. Badaipun menhampirinya kembali dia mesti putus kontrak dengan majikannya karena sang bos tak sanggup membayarnya lagi tapi Alloh maha segalanya saat dia mencari majikan kebetulan temannya pulang. Lalu dia masuk di rumah sang bos menggantikan posisi temannya. Lagi-lagi hambatan datang masuk imigrasi ternyata berkas-berkas si bos baru tidak lengkap hingga dia terancam mesti go home. Di dalam sholat dia menangis berdo'a memohon semoga kemulusan jalan dilaluinya. Penantiannya tak sia-sia akhirnya dia bisa kerja di bos baru tapi uniknya di sini harus mengasah mental menghadapi berbagai tantangan. Si bos bukan superman tapi banyak tuntutan yang membuat kalang kabut belum lagi penyesuaian tempat masih tak teratasi. Kurus kering tubuhnya tak membuat dia menyerah gitu saja, orang di kiri dan kanannya dengan sengaja melemparkan batu di dirinya. Hatinya menjerit rasa tak sanggup menghadapi beban hidup pipinya basah dengan air mata setiap saat.

Bermacam problema datang menghampirinya, orang yang tak menyukai berusaha membuat agar dia tak betah ditempat kerjanya namun sebaliknya orang yang menyukai kerja dengan ramah penuh kasih sayang membuainya. Adu dombapun terjadi di tempat kerja dia yang cukup banyak orang dengan berbagai karakter masing-masing. Nasibnya makin hari makin memprihatinkan, sang bospun melarangnya mengerjakan kewajiban sholat lima waktu dan puasa baik wajib maupun sunah karena menganggu jam kerja. Tapi dengan cerdiknya dia mencuri-curi waktu hingga diketahui si bos maka marah dan caci makipun di dapatkannya. Karena hatinya kesal meluncurlah kata-kata yang membuat kaget majikannya dia memilih angkat kaki dari tempat kerja demi kewajibannya pada Alloh akhirnya majikan memilih damai dengannya. Belum selesai masalah saat holiday dia ketahuan memakai jilbab di depan bosnya maka pulang libur berakhir dengan kesedihan larangan memakai jilbab dan baju yang berwarna putih maupun hitam di tetapkan si bos lagi. Padahal putih adalah warna kebanggaannya selama ini duh keluhnya dihati. Walaupun si bos banyak peraturan dia memilih pura-pura masa bodoh dan selalu mengiyakan apa yang dikatakannya. Mengalah merupakan senjata yang bagus tuk melawan si bos. Tak disadari diam-diam dia memasukkan virus kasih sayang hingga membuat si bos tak bisa mengerti apa yang dia mau.

Perlahan-lahan dia berani mencari-cari waktu tuk sekedar ngobrol yang disertai sentuhan agamis sang bos menjadi penasaran. Tetes demi tetes maka pengertian tentang agama islam pun di serap sampai mengapa seorang wanita di haruskan menutup aurotnya si bospun angkat tangan dengan prilaku dia.kepercayaan penuh di berikan kepadanya bagaikan seorang nyonya di rumah majikan sendiri. Bospun tak takut memberi uang yang bermilyar-milyar di tangannya. Administrasi rumah diserahkan padanya tanpa ada rasa takut di hati. Bos mengerti sang pembantu tak takut pada dia, tapi amanat yang diberikannya dipertanggungjawabkan oleh si pembantu pada Alloh. Tak terpikir di sebuah wihara yang cukup megah itu hidup seorang budhis yang ternama dengan sang pembantu muslim yang memegang bendera islam dengan tawadlu. Pembantu itu telah menunjukkan pada semua orang bahwa agamanyapun perlu di hargai dan di junjung tinggi di wihara itulah dia menghembuskan nafas-nafas islami hingga mengalahkan sang budhis ternama. Kasih sayangnya pada semua orang disekitar telah meluluhkan batu-batu di hati para penganut budha itu. Senyumannya tersimpul di setiap waktu walaupun kadang tangan-tangan jahil ingin membunuhnya perlahan dia tetap tawakal serta berusaha pada Alloh. Layaknya seorang muslimah sejati dia tetap melakukan kewajiban sebagai hamba Alloh.dengan berbusana rapi serta tertutup aurotnya menghindarkan dia dari hal yang tak baik.

Jilbabnya yang bersih menimbulkan berbagai penafsiran apalagi hidupnya di sebuah wihara yang cukup megah dan ternama di kota itu. Banyak budhis unjuk rasa atas sikap sang majikannya (budhis) agar menindaklanjuti sang pembantu muslim. Maklum manusia selalu berubah-ubah sikapnya dengan tenang pembantu memberikan motifasi pada si majikan untuk mengambil putusan bahwa wihara takkan kotor dengan adanya si muslim di sini. Alloh akan memberikan jalan untuk setiap umatnya. Dengan dorongannya sang majikan tak gentar. Entah apa kata dunia di suatu wihara seorang budhis dan si muslim saling bantu membantu berjalan seiring tanpa mengotori rasa ingin mematikan satu sama lainnya. Niat si muslim yang baik merupakan amalan yang diridloi oleh Alloh dan di jadikan momentum dalam melangkahkan karirnya di masa depan. Saling mengisi dan menggali ilmu antara dia dan si budhis merupakan hal penting dengan mengambil hikmah dari semua kehidupan masing-masing. Budhispun salut dengan kepribadian muslim yang mengangkat tinggi agamanya. Di sini menjadikan cacatan sejarah bagi si budhis.betapa kekagumannya masih terlihat ketika melihat si pembantu mengulurkan jilbabnya hingga menerpa wihara tempat persembahyangannya. Hatinya tak rela melepaskan sang pembantu untuk meninggalkan dia selama-lamanya pulang ketanah kelahirannya. Di wajahnya yang menginjak usia tua dia menyembunyikan air matanya menatap terakhir pembantunya tercinta. Sang pembantupun tak sanggup menahan pergulatan hatinya tak bisa membohongi diri diapun menyayangi si bos yang nampak tua dan lelah hidup sendiri walaupun di sekitar banyak orang mecintainya rasa tak tega merayapi hatinya. Semoga hikmah ini bermanfaat pada kita semua. Amiiin.

Oleh, Nuryanti
| Penulis Buletin Hidayah Pumita Busan tahun 2006 - 2007
Red. Pumitabusan.com




Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

Pakaian atau busana boleh dikatakan adalah sebagai gambaran kepribadian seseorang. Masalah pakaian yang sering disoroti oleh banyak pihak adalah pakaian muslimah atau wanita. Perkembangan teknologi dan perkembangan zaman semakin memperbanyak mode pakaian wanita. Namun yang disayangkan kadang kala busana itu jauh dari nilai-nilai Islam, maraknya pakaian setengah jadi kekurangan bahan atau sering disebut pakaian adik, semakin menenggelamkan pakaian muslimah yang seharusnya. Trend mode itu sayangnya banyak diikuti oleh generasi muda sekarang, seakan mereka terlena dengan keglamoran busana tersebut.

Generasi muda sekarang khususnya wanita lebih cenderung memakai pakaian yang serba seksi, disaat ada diantara mereka yang memakai pakaian muslimah, mereka memandang dengan pandangan aneh menyebutnya eksklusif. Dengan kondisi semacam itu tidak bias dislahkan kalau sekarang kejahatan yang berhubungan dengan wanita meningkat. Maraknya pornografi, free seks, dan penyakit AIDS yang merajalela. Dengan keadaan itu setidaknya kita semua bias berpikir, kita bias mengikuti perkembangan zaman namun jangan sampai kita melupakan nilai ruhiyah kita. Islam adalah Dien universal, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, sebagaimana konsep agama-agama yang lain melainkan memberikan pedoman hidup yang utuh dan menyeluruh, jasmani dan rohani, material spiritual, individu social, duniawi dan ukhrowi. H.A.R Gibb mentakan, Islam is indeed much more that a system of technology, it is a complete civilization. Disana jelas diungkapkan bahwa Islam adalah system hidup yang lengkap.

Semua dimensi kehidupan diatur dalam Islam, demikian pula masalah tata busana. Dalam ajaran Islam pakaian bukan semata-mata masalah cultural, namun lebih dari itu merupakan tindakan ritual dan sacral yang dijanjikan pahala sebagai imbalannya dari Allah SWT bagi yang mengenakannya dengan benar. Oleh karena itu, dalam masalah pakaian Islam menentukan batasan-batasan tertentu, baik untuk pria maupun wanita. Khusus untuk wanita mempunyai bentuk sendiri yang khas akan menunjukkan jati dirinya sebagai seorang Muslimah. Disini busana Muslimah bersifat universal, dalam arti dapat dipakai oleh wanita Islam dimanapun ia berada tanpa membedakan suku atau bangsa maupun letak geografis. Kendala utama yang sering dihadapi adalah bahwa muslimah terkadang tidak bisa memahami apa arti dari busananya tersebut, sehingga sering terjadi mereka menggunakan busana Islam hanya dijadikan sebagai trend tanpa bisa memahami apa makna dari busana yang ia kenakan. Mungkin kita perlu mengkaji kembali QS. Al A’raf : 26 yang artinya :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

Dari ayat tersebut bahwa pakaian sebagai penutup aurat dan perhiasan.

Tunjukkan kapada publik bahwa dengan busana muslimah (jilbab) kita mampu mengaktualisasikan diri kita dalam masyarakat, tunjukkan bahwa jilbab adalah wujud kemerdekaan bagi muslimah. Dengan pakaian Islami bukan berarti kita tidak bias mengikuti perkembangan zaman, namun justru sebaliknya dengan jilbab kita bias lebih leluasa mengembangkan potensi yang ada pada diri kita. Jangan ragu lagi mengenakan pakaian yang benar sesuai dengan Islam. Berusahalah mengenal Islam secara mendalam seperti firman Allah SWT pada QS. Al Baqarah : 208 :

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”


| Bidang Pemberdayaan Wanita PUMITA
Red. Pumitabusan.com



Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Fobia Islam kembali subur di Amerika Serikat. Belum lama ini, seorang bocah ditarik jilbabnya oleh rekan satu sekolah mereka, hingga lehernya terluka. Akankah Muslimah menanggalkan jilbabnya?

Saba Al-Khataria menggeleng. Penerima beasiswa Fulbright asal Yaman ini justru mengaku bangga mengenakan selendang menutupi kepala dan lehernya. "Saya nyaman dengan pakaian ini," kata gadis yang mengajar bahasa Arab di Universitas Stetson dan mengambil beberapa kursus. Ia pagi itu berbicara dalam diskusi panel tentang "Perempuan dalam Islam" dan pengalaman pribadi mereka di kampus.

"Saya dapat menemukan banyak cara untuk menjadi cantik dengan tetap berjilbab," kata lajang 26 tahun. Resepnya, dengan memakai warna favoritnya. "Untuk terlihat cantik, saya tidak harus menunjukkan tubuh saya menjadi seksi."

Al-Khataria, yang akan segera menyelesaikan tugasnya dan kembali ke negeri asalnya menyatakan, ia ingin orang "untuk melihat pikiran saya, bukan tubuh saya."

Dia mengatakan sempat gamang saat ruangan yang penuh dengan mahasiswa di Uni Carlton pada hari Selasa saat pertama dia datang ke Stetson. Dia takut orang akan berpikir ia adalah seorang teroris atau "melihat saya sebagai alien".

"Saya mencintai jilbab saya. Saya sangat bangga menjadi seorang Muslim," katanya. "Ini sangat berarti bagi saya."

Minggu kedua, katanya, ia menyadari "orang-orang tidak melihat saya dan orang-orang pemahaman yang lebih dan berpikiran terbuka."

Ia meminta publik untuk melihat gaya berbapakain seperti halnya musik yang berbeda. "Tuhan menciptakan kita dengan bahasa yang berbeda dan warna yang berbeda. Ini sangat menarik," katanya.

Al-Khataria tampil sebagai pembicara bersama dua perempuan berjilbab lainnya, termasuk seorang mahasiswa di Stetson University dan University of Central Florida. Mereka mengatakan komunitas kampus lebih terbuka menerima perbedaan, ketimbang di bandara atau di tempat umum dimana orang-orang kerap bersikap kasar atau menatap penuh curiga.

Para wanita mengatakan mereka hanya ingin orang-orang memahami budaya mereka dan agama Islam. Tiga wanita ini mengatakan mereka tidak tertindas, mereka memakai jilbab mereka sebagai pilihan dan tidak akan dihukum jika mereka memilih untuk tidak menutupi rambut mereka.

Al-Khataria mengatakan, agama Islam memberikan wanita banyak hak. Dia mengatakan mereka dapat bekerja dan menyimpan semua uang yang mereka peroleh, sedangkan kewajiban mencukupi kebutuhan rumah tangga ada pada pria. "Muslimah menjadi seperti ratu atau putri," ia tertawa.

Mahdiya Fazel, 20, seorang mahasiswa tingkat dua Universitas Stetson dan presiden dari Himpunan Mahasiswa Islam, datang ke AS sekitar lima tahun yang lalu dari Afrika Timur. Dia dan keluarganya tinggal di Lake Mary.

Fazel mengatakan dia memilih untuk memakai jilbab karena dia suka yang unik. Dia mengaku tak terganggu kendati dia dan keluarganya selalu berhenti di bandara untuk pemeriksaan acak.

Fazel mengatakan sebelum diskusi panel bahwa beberapa temannya telah mengatakan lelucon teroris, tapi baginya tak terlalu dianggap serius.

Masuma Virji, 34, seorang mahasiswa di University of Central Florida dan direktur Amerika Muslim Foundation di Lake Mary, mengatakan dia lahir di Kuwait dan pergi ke Inggris dengan orangtuanya selama Perang Teluk sebagai pengungsi. Salah satu dari tiga putrinya dipindahkan ke sebuah sekolah Islam swasta karena dia selalu pulang dalam kondisi menangis karena dilecehkan teman-temannya.

Dia mengatakan jilbab adalah simbol dari kerendahan hati . Dalam islam, Muslimah masih bisa memiliki "selera mode" seperti memakai sepatu hak tinggi atau gaya yang berbeda.

"Ini lebih penting untuk mendefinisikan diri siapa Anda, bukan oleh apa yang Anda kenakan," kata Virji.

( republika.co.id / pumitabusan.com )


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

Dari Jabir bin 'Atik, Rasulullah saw. bersabda: "Mati syahid ada tujuh, selain mati terbunuh dalam perang fii sabilillah, yaitu: (1) mati karena penyakit tha'un , (2) mati karena tenggelam ,(3) mati karena penyakit lambung ,(4) mati karena sakit perut, (5) mati karena terbakar, (6) mati karena tertimpa reruntuhan, dan (7) perempuan yang mati karena hamil/melahirkan.

"(HR.Ahmad,Abu Dawud,Nasa'i,dan Malik)

Rasulullah saw. menjelaskan betapa istimewanya nasib wanita yang hamil jika dia meninggal dalam masa hamilnya. Allah memberikan jaminan kepada yang bersangkutan mendapatkan surga sebagaimana janji yang Allah berikan kepada kaum laki-laki yang mati syahid di medan perang untuk membela agama Allah. Kedudukan yang demikian tinggi bagi wanita yang meninggal saat melahirkan menunjukkan betapa besar harkat yang Allah dan Rasul-Nya berikan kepada kaum wanita.

Kaum wanita mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam pengembangbiakan jenis manuasia yang Allah tempatkan di muka bumi ini. Pengembangbiakan hanya dapat berjalan secara wajar melalui kehamilan kaum wanita dari suami-suami mereka. Kesediaan kaum wanita untuk hamil dengan resiko yang sangat tinggi layak sekali, bahkan sudah seharusnya mendapatkan balasan yang besar pula dari Allah. Balasan yang seimbang dengan resiko yang dipikul oleh kaum wanita yang hamil adalah surga di akhirat kelak.

Kaum wanita muslim seharusnya menyadari bahwa kehamilan mempunyai fungsi yang sangat strategis karena alasan berikut

1. Dengan kehamilan, manusia mengemban amanat Allah untuk mengembangbiakkan jenis manusia yang Allah tempatkan di muka bumi ini sebagaimana Allah firmankan dalam QS. An-Nisaa'(4):1
"Wahai manusia, taatlah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari satu diri dan Dia menciptakan dari satu diri itu pasangannya dan dari mereka berdua Dia kembang biakkan laki-laki dan wanita yang banyak..."

2. Kehamilan merupakan buah dari penyaluran dorongan seksual laki-laki dan wanita secara bersih dan sehat pada tempat yang telah Allah siapkan bagi tumbuhnya benih baru manusia. Dengan demikian, pergaulan antara laki-laki dan wanita terikat dalam satu tanggung jawab yang pasti untuk membangun kehidupan yang dikehendaki olah Allah

3. Kehamilan menyempurnakan sifat kewanitaan seorang wanita karena dengan kehamilan itu ia dapat merasakan proses memelihara anak yang ada di dalam kandungan yang kelak akan lahir ke bumi. Anak-anak ini memerlukan pelindungan, pemeliharaan, kasih sayang, asuhan, dan didikan secara terus menerus dan tanpa kenal lelah. Untuk itu, perlulah wanita memiliki pengalaman dengan penuh penderitaan dalam menghayati proses kejadian manusia supaya kelak setelah anaknya lahir dapat melindunginya dengan sempurna. Dengan penghayatan, pengalaman, dan penderitaan yang selalu melekat pada diri wanita yang hamil, tumbuhlah perasaan kasih sayang yang sangat mendalam kepada putra-putrinya sehingga mereka terus didampingi dan diharapkan pada tujuan hidup yang berbahagia

Karena alasan-alasan inilah Allah memberikan kelebihan kepada kaum wanita sehingga bila ia mati dalam masa hamilnya, ia mendapatkan keistimewaan yang luar biasa dihadapan Allah. Ia menjadi seorang syahid yang mendapatkan jaminan surga. Akan tetapi, bila kehamilannya dari hasil zina, matinya saat hamil atau melahirkan ini adalah mati sia-sia

dengan beribadah danberbuat kebaikan. Dia berpegang teguh dengan nasihat Rasulullah saw dan senantiasa berusaha mempersatukan kaum muslimin dengan kemampuannya sampai ia meninggal dunia pada tahun ke 46 Hijriah.

Oleh, Drs. Muhammad Thalib

Red. Pumitabusan.com




Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Setiap orang memiliki jatah waktu 24 jam dalam sehari semalam, walaupun demikian hasil yang didapat orang itu berbeda-beda. Ada yang mendapat seratus, duaratus, sepuluh, duapuluh bahkan tidak mendapat hasil sama sekali.

Seorang perempuan harus benar-benar merasakan pentingnya eksitensi diri dan nilai seorang perempuan. dalam agama yang agung ini. Akan jelas bagi dia, nilai dirinya saat mengetahui adanya perbedaan kedudukan perempuan dalam islam dan masyarakat jahiliah, baik itu jahiliah dulu, jahiliah sekarang maupun dalam peradaban Barat yang mungkin membuat terkagum-kagum sebagai manusia.

Peradaban jahiliah adalah peradaban yang telah membawa perempuan kepada dekadensi dan kehilangan harga diri yang pahit. Peradaban yang mengizinkan menjual istri-istri.

Dalam agama islam kedudukan perempuan sangat dimuliakan dan dihormati. Bahkan, kehormatan dan kemulian mereka bertambah manakala mereka iltizam (konsekuen) dengan agama dan menjaga waktu.

Seorang muslimah yang selalu merasa diawasi Allah, takut kepada-Nya dan azab-Nya, selalu mengharap ampunan-Nya dan magfirah-nya, tidak akan membuang-buang waktu dengan sia-sia. Bahwkan dia akan tampak begitu tamak untuk memperhitungkan dirinya dalam hal waktu.
Banyak hambatan yang memalingkan muslimah dari memanfaatkan waktu yang misalnya :

  1. Panjang angan-angan dan taswif (berandai-andai).
Allah mengancam orang-orang yang suka mengandai-andai. Allah berfirman dalam surat Al Hijr 3
“Biarkanlah mereka (di dunia ini ) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan- angan (kosong ) maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)".

2. Menyibukkan diri dengan perkara sepele dan kadang perkara yang haram.

Kadang-kadang seorang muslimah suka menyibukkan diri dengan hal-hal sepele, sehingga hal itu menyebabkan waktunya hilang dan tidak ada manfaatnya.

Misalnya pergi ke pasar tiap hari untuk mencari model-model pakaian terbaru, menikmati kelezatan hidup sampai melupakan batas. Memang benar Allah membolehkan perhiasan untuk perempuan namun hal itu ada batasan-batasan syar’inya.

Urusan lain yang sepele dan haram, yang sering dilakukan oleh muslimah hingga waktunya habis, adalah menyibukkan diri memperbincangkan kehormatan orang lain, ghibah, fitnah dan adu domba.

3. Idola yang jelek

Kebanyakan muslimah sering melihat kepada kaumnya yang lebih jelek dari dia dalam memanfaatkan waktu dan tidak melihat kepada orang yang lebih baik dalam memanfaatkan waktu. Dengan demikian dia terus menerus menghilangkan waktu dengan dalih si anu lebih jelek dari dia. Dalam mempergunakan waktu. Mereka lupa bahwa masih ada perempuan yang selalu memperhatikan waktunya dan pantas untuk diteladani.

4. Lemah dan hawa nafsu

Ada juga muslimah yang mengetahui pentingnya waktu dan bagaimana cara mempergunakannya tapi dia tidak memanfaatkannya. Hal ini disebabkan karena lemahnya kemauannya dan kecenderungannya untuk mengikuti hawa nafsu. Sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah salah satu bujukan setan. Oleh karena itu seorang muslimah harus senantiasa membayangkan firman Allah :

”Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya”. An Nazi’at 40-41).

5. Perasaan kurang

Telah dibukakan pintu bagi muslimah agar tidak menghinakan diri dan merasa kurang. Sesungguhnya perasaan kurang, sering membuat perempuan tidak berdaya untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dia bisa kerjakan.

6. Tidur

Tidur adalah bencana yang sering menimpa banyak muslimah. Mereka tidur terlelap, selama berjam-jam sampai meninggalkan kewajibannya sehingga menyebabkan kehilangan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan melakukan amal saleh.

Oleh, Ida Arbaiyah - Daegu Korea | Kolumnis Blog dan Buletin Hidayah Pumita Busan.

Red. Pumitabusan.com



Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
“Motivasi kamu untuk ke Korea kurang”, kata guru kami di BLK sore itu.
“Gak mungkin bu”, kata saya. (dalam hati saya kan penasaran, gimana kurang motivasi, padahal saya sudah pakai semangat 45 untuk segera berangkat ke Korea, sampai dideportasi lagi sebulan sebelumnya karena nekad pakai visa turis).

“Saya mau tanya bu”, kata saya pada si ibu yang seorang phisikolog itu.

“Silahkan”, katanya. “Dari mana ibu menilai saya koq kurang motivasi”, tanya saya.
“Dari gambar yang kamu buat dan penampilan kamu yang berantakan, terutama rambutnya, coba dirapikan sedikit”, jawab si ibu.

“Kalau gambar, memang dari dulu saya nggak bisa melukis bu, tapi kalau penampilan nanti mau pakai jilbab bu, kata saya santai dan spontan. (tanpa niat sama sekali lho).

Dua minggu setelah berada di Korea, iseng saja saya memakai jilbab sewaktu akan berangkat ke supermarket bersama teman saya. “Kamu kelihatan lebih baik dengan jilbab seperti itu, komentar teman saya dan membuat saya tersanjung. Padahal saya iseng saja mencoba, tapi komentar teman itulah yang telah membuat suatu perubahan dalam kehidupan saya selanjutnya. Mulai pagi itu dengan modal 2 buah jilbab yang saya bawa, saya tanamkan niat di hati untuk memulai kehidupan yang baru dengan penampilan yang baru pula. Tidaklah mudah untuk melakukan itu di negeri yang masih asing dengan jilbab ini, tantangan datang khususnya dari lingkungan kerja. Saya tidak diperbolehkan memakai jilbab kalau berpergian dengan orang- orang Korea. Tapi semakin keras mereka melarang saya untuk memakai jilbab, sekeras itu pula saya menolaknya. Atau biasanya saya punya opsi, daripada tidak pakai jilbab, lebih baik saya tidak ikut. Dan lama kelamaan merekapun tidak melarang lagi. Mereka biarkan saja saya aneh sendiri, berbeda dengan teman-teman dari Indonesia lainnya.

Tidak hanya di pabrik saja, distasiun kereta api dan di pasar beberapa kali jilbab saya ditarik paksa oleh ajuma-ajuma saat bertemu mereka, saya dipaksa untuk membukanya. Dan bahkan pernah suatu saat sedang berada di kereta, jilbab saya ditarik oleh seorang nenek yang yang berpenampilan nyentrik dengan rambutnya yang disemir warna-warni dan saya disuruh menirunya karena menurutnya itu lebih cantik. Nauzubillah, kata saya. Tapi terhadap mereka biasanya saya memaklumi, karena mereka tidak mengerti apa artinya jilbab dan pakaian takwa untuk seorang muslimah.

Berbeda kalau bertemu dengan orang Indonesia, melihat saya yang berpenampilan beda ini biasanya ditanya yang macam-macam. Dari hal yang biasa sampai yang agak sulit menurut kadar pengetahuan agama yang saya miliki. Dan pengalaman itu membuat saya semakin giat untuk mempelajari ilmu agama ini, habis malu juga sih, kelihatannya saja akhwat yang shalihat, pas ditanya …. Ternyata gak tahu apa-apa. (walau kadang dihati berkata “, afwan sobat, ternyata diriku tak solehah seperti yang kamu kira”.) Ya..... tapi daripada malu-maluin akhirnya saya jadi semangat untuk mempelajari buku-buku agama, mengikuti kajian-kajian, walaupun kadang-kadang hadir di pengajian, tapi kebagian tugas di bagian paling belakang. Yang penting hadir kan ?????

Perempuan berjilbab untuk negara seperti Korea ini akan kelihatan sangan berbeda, terutama di musim panas. Musim dimana ajang kontes busana, yang diikuti oleh seluruh penduduk Korea, tak terkecuali para tenaga kerja Indonesia. Orang-orang berlomba utnuk memakai busana semini mungkin. Kontes bikini ada dijalanan, disupermarket, bukan dikolam renang, sehingga membuat syahwat setiap orang yang memandang.Tanpa rasa malu mereka memamerkan onderdil dalam yang seharusnya ditutupi. Pemandangan yang membuat saya malu untuk melihatnya, atau bagi laki-laki yang jaim, harus istighfar kali ya ?? Karena saya yang perempuan pun harus istighfar terus melihatnya.

Dalam islam, seorang muslimah diwajibkan untuk menutup auratnya seperti perintah Allah,”Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa Nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31)


Dan Allah juga berfirman “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59).

Rasulullah juga bersabda,” wanita itu aurat, maksudnya wanita harus menutupi tubuhnya. Pada hakekatnya seorang muslimah yang memakai jilbab artinya melakukan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Seharusnya kita malu kalau berpakaian tapi hakekatnya telanjang, sebagai mana sabda Nabi, “Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepada mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat.”

Jilbab adalah tameng syar’i untuk menjaga kehormatan dan menghindari munculnya faktor-faktor yang menimbulkan keraguan dan godaan serta kerusakan dan jilbab juga dapat melahirkan hati yang bersih bagi muslimah dan juga bagi pria yang berinteraksi dengannya, menyuburkannya dengan ketakwaan serta menghargai kemuliaan. Jadi memakai jilbab sama dengan menjaga kehormatan dan harga diri kita. Maha benar Allah dengan firman-Nya : “ … cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53). Jadi …. Ayo muslimah, mulai saat ini ayo… pakai busana takwa. And … pakai jilbab , kenapa takut !!

Oleh, Ida Arbaiyah - Daegu Korea Selatan
| Kontributor Artikel Buletin Hidayah Pumita dan Blog Pumitabusan.com
Red. Pumitabusan.com


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit