





Pakaian atau busana boleh dikatakan adalah sebagai gambaran kepribadian seseorang. Masalah pakaian yang sering disoroti oleh banyak pihak adalah pakaian muslimah atau wanita. Perkembangan teknologi dan perkembangan zaman semakin memperbanyak mode pakaian wanita. Namun yang disayangkan kadang kala busana itu jauh dari nilai-nilai Islam, maraknya pakaian setengah jadi kekurangan bahan atau sering disebut pakaian adik, semakin menenggelamkan pakaian muslimah yang seharusnya. Trend mode itu sayangnya banyak diikuti oleh generasi muda sekarang, seakan mereka terlena dengan keglamoran busana tersebut.
Generasi muda sekarang khususnya wanita lebih cenderung memakai pakaian yang serba seksi, disaat ada diantara mereka yang memakai pakaian muslimah, mereka memandang dengan pandangan aneh menyebutnya eksklusif. Dengan kondisi semacam itu tidak bias dislahkan kalau sekarang kejahatan yang berhubungan dengan wanita meningkat. Maraknya pornografi, free seks, dan penyakit AIDS yang merajalela. Dengan keadaan itu setidaknya kita semua bias berpikir, kita bias mengikuti perkembangan zaman namun jangan sampai kita melupakan nilai ruhiyah kita. Islam adalah Dien universal, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, sebagaimana konsep agama-agama yang lain melainkan memberikan pedoman hidup yang utuh dan menyeluruh, jasmani dan rohani, material spiritual, individu social, duniawi dan ukhrowi. H.A.R Gibb mentakan, Islam is indeed much more that a system of technology, it is a complete civilization. Disana jelas diungkapkan bahwa Islam adalah system hidup yang lengkap.
Semua dimensi kehidupan diatur dalam Islam, demikian pula masalah tata busana. Dalam ajaran Islam pakaian bukan semata-mata masalah cultural, namun lebih dari itu merupakan tindakan ritual dan sacral yang dijanjikan pahala sebagai imbalannya dari Allah SWT bagi yang mengenakannya dengan benar. Oleh karena itu, dalam masalah pakaian Islam menentukan batasan-batasan tertentu, baik untuk pria maupun wanita. Khusus untuk wanita mempunyai bentuk sendiri yang khas akan menunjukkan jati dirinya sebagai seorang Muslimah. Disini busana Muslimah bersifat universal, dalam arti dapat dipakai oleh wanita Islam dimanapun ia berada tanpa membedakan suku atau bangsa maupun letak geografis. Kendala utama yang sering dihadapi adalah bahwa muslimah terkadang tidak bisa memahami apa arti dari busananya tersebut, sehingga sering terjadi mereka menggunakan busana Islam hanya dijadikan sebagai trend tanpa bisa memahami apa makna dari busana yang ia kenakan. Mungkin kita perlu mengkaji kembali QS. Al A’raf : 26 yang artinya :
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
Dari ayat tersebut bahwa pakaian sebagai penutup aurat dan perhiasan.
Tunjukkan kapada publik bahwa dengan busana muslimah (jilbab) kita mampu mengaktualisasikan diri kita dalam masyarakat, tunjukkan bahwa jilbab adalah wujud kemerdekaan bagi muslimah. Dengan pakaian Islami bukan berarti kita tidak bias mengikuti perkembangan zaman, namun justru sebaliknya dengan jilbab kita bias lebih leluasa mengembangkan potensi yang ada pada diri kita. Jangan ragu lagi mengenakan pakaian yang benar sesuai dengan Islam. Berusahalah mengenal Islam secara mendalam seperti firman Allah SWT pada QS. Al Baqarah : 208 :
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”
| Bidang Pemberdayaan Wanita PUMITA
Red. Pumitabusan.com


Dari Jabir bin 'Atik, Rasulullah saw. bersabda: "Mati syahid ada tujuh, selain mati terbunuh dalam perang fii sabilillah, yaitu: (1) mati karena penyakit tha'un , (2) mati karena tenggelam ,(3) mati karena penyakit lambung ,(4) mati karena sakit perut, (5) mati karena terbakar, (6) mati karena tertimpa reruntuhan, dan (7) perempuan yang mati karena hamil/melahirkan.
"(HR.Ahmad,Abu Dawud,Nasa'i,dan Malik)
Rasulullah saw. menjelaskan betapa istimewanya nasib wanita yang hamil jika dia meninggal dalam masa hamilnya. Allah memberikan jaminan kepada yang bersangkutan mendapatkan surga sebagaimana janji yang Allah berikan kepada kaum laki-laki yang mati syahid di
Kaum wanita mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam pengembangbiakan jenis manuasia yang Allah tempatkan di muka bumi ini. Pengembangbiakan hanya dapat berjalan secara wajar melalui kehamilan kaum wanita dari suami-suami mereka. Kesediaan kaum wanita untuk hamil dengan resiko yang sangat tinggi layak sekali, bahkan sudah seharusnya mendapatkan balasan yang besar pula dari Allah. Balasan yang seimbang dengan resiko yang dipikul oleh kaum wanita yang hamil adalah surga di akhirat kelak.
Kaum wanita muslim seharusnya menyadari bahwa kehamilan mempunyai fungsi yang sangat strategis karena alasan berikut
1. Dengan kehamilan, manusia mengemban amanat Allah untuk mengembangbiakkan jenis manusia yang Allah tempatkan di muka bumi ini sebagaimana Allah firmankan dalam QS. An-Nisaa'(4):1
"Wahai manusia, taatlah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari satu diri dan Dia menciptakan dari satu diri itu pasangannya dan dari mereka berdua Dia kembang biakkan laki-laki dan wanita yang banyak..."
3. Kehamilan menyempurnakan sifat kewanitaan seorang wanita karena dengan kehamilan itu ia dapat merasakan proses memelihara anak yang ada di dalam kandungan yang kelak akan lahir ke bumi. Anak-anak ini memerlukan pelindungan, pemeliharaan, kasih sayang, asuhan, dan didikan secara terus menerus dan tanpa kenal lelah. Untuk itu, perlulah wanita memiliki pengalaman dengan penuh penderitaan dalam menghayati proses kejadian manusia supaya kelak setelah anaknya lahir dapat melindunginya dengan sempurna. Dengan penghayatan, pengalaman, dan penderitaan yang selalu melekat pada diri wanita yang hamil, tumbuhlah perasaan kasih sayang yang sangat mendalam kepada putra-putrinya sehingga mereka terus didampingi dan diharapkan pada tujuan hidup yang berbahagia
Karena alasan-alasan inilah Allah memberikan kelebihan kepada kaum wanita sehingga bila ia mati dalam masa hamilnya, ia mendapatkan keistimewaan yang luar biasa dihadapan Allah. Ia menjadi seorang syahid yang mendapatkan jaminan surga. Akan tetapi, bila kehamilannya dari hasil zina, matinya saat hamil atau melahirkan ini adalah mati sia-sia
dengan beribadah danberbuat kebaikan. Dia berpegang teguh dengan nasihat Rasulullah saw dan senantiasa berusaha mempersatukan kaum muslimin dengan kemampuannya sampai ia meninggal dunia pada tahun ke 46 Hijriah.
Oleh, Drs. Muhammad Thalib
Red. Pumitabusan.com

Kebanyakan muslimah sering melihat kepada kaumnya yang lebih jelek dari dia dalam memanfaatkan waktu dan tidak melihat kepada orang yang lebih baik dalam memanfaatkan waktu. Dengan demikian dia terus menerus menghilangkan waktu dengan dalih si anu lebih jelek dari dia. Dalam mempergunakan waktu. Mereka lupa bahwa masih ada perempuan yang selalu memperhatikan waktunya dan pantas untuk diteladani.
4. Lemah dan hawa nafsu
Ada juga muslimah yang mengetahui pentingnya waktu dan bagaimana cara mempergunakannya tapi dia tidak memanfaatkannya. Hal ini disebabkan karena lemahnya kemauannya dan kecenderungannya untuk mengikuti hawa nafsu. Sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah salah satu bujukan setan. Oleh karena itu seorang muslimah harus senantiasa membayangkan firman Allah :
”Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya”. An Nazi’at 40-41).
5. Perasaan kurang
Telah dibukakan pintu bagi muslimah agar tidak menghinakan diri dan merasa kurang. Sesungguhnya perasaan kurang, sering membuat perempuan tidak berdaya untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dia bisa kerjakan.
6. Tidur
Tidur adalah bencana yang sering menimpa banyak muslimah. Mereka tidur terlelap, selama berjam-jam sampai meninggalkan kewajibannya sehingga menyebabkan kehilangan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan melakukan amal saleh.
Oleh, Ida Arbaiyah - Daegu Korea | Kolumnis Blog dan Buletin Hidayah Pumita Busan.
Red. Pumitabusan.com

Designed by Gabfirethemes . Converted to Blogger by SimplexDesign